SEJARAH
33
0
SEJARAH DESA BANTARPANJANG
Kata Pengantar
Mengetahui sejarah merupakan langkah penting dalam menghargai identitas dan jati diri sebuah masyarakat. Narasi berikut ini disusun berdasarkan penelusuran sejarah lisan dari para tokoh masyarakat dan sesepuh desa. Dokumentasi ini bertujuan agar generasi mendatang dapat memahami asal-usul tanah kelahirannya serta menghormati jasa para pemimpin yang telah membangun Desa Bantarpanjang dari masa ke masa.
1.1. Asal-Usul Nama Desa
Menurut riwayat yang dihimpun dari berbagai sumber sejarah dan tokoh masyarakat setempat, berdirinya desa ini bermula dari perjalanan seorang pengembara tua yang sedang dalam pencarian jati diri. Pengembara tersebut berjalan kaki menelusuri bantaran sungai selama berbulan-bulan, dimulai dari wilayah Kuningan hingga akhirnya tiba di suatu titik di wilayah yang kini kita kenal sebagai Desa Bantarpanjang.
Karena faktor usia dan kelelahan yang luar biasa, orang tua tersebut memutuskan untuk menetap dan mendirikan sebuah gubuk sederhana dari alang-alang di pinggir sungai. Selang beberapa hari kemudian, sang pengembara meninggal dunia di gubuk tersebut.
Seiring berjalannya waktu, lokasi ini mulai didatangi oleh pengembara-pengembara lain yang kemudian memutuskan untuk membangun tempat tinggal di sekitar area tersebut. Karena pemukiman ini terletak di sepanjang bantaran sungai yang panjang, maka masyarakat sepakat menamakan wilayah ini Desa Bantarpanjang, sebuah nama yang tetap lestari hingga saat ini.
1.2. Urutan Kepemimpinan Kepala Desa
Sejak masa kolonial hingga era transformasi digital saat ini, Desa Bantarpanjang telah dipimpin oleh putra-putra terbaiknya. Berikut adalah daftar Kepala Desa Bantarpanjang:
| No |
Nama Kepala Desa |
Masa Jabatan |
Keterangan Era |
| 1 |
Alian |
1780 – 1800 |
Penjajahan Belanda |
| 2 |
Basinah |
1800 – 1830 |
Penjajahan Belanda |
| 3 |
Caslim |
1830 – 1860 |
Penjajahan Belanda |
| 4 |
Wajan |
1860 – 1890 |
Penjajahan Belanda |
| 5 |
Timpen |
1890 – 1900 |
Penjajahan Belanda |
| 6 |
Bosman |
1900 – 1920 |
Penjajahan Belanda |
| 7 |
Suradisastra |
1921 – 1927 |
Penjajahan Belanda |
| 8 |
Astrajaya |
1927 – 1942 |
Penjajahan Belanda |
| 9 |
Atma Caning |
1943 – 1944 |
Masa Transisi |
| 10 |
Ali Misastra |
1945 – 1950 |
Awal Kemerdekaan |
| 11 |
Atmaja |
1950 – 1972 |
Orde Lama |
| 12 |
Ahmad |
1973 – 1981 |
Orde Baru |
| 13 |
Sukaryo |
1984 – 1992 |
Orde Baru |
| 14 |
Darkim |
1994 – 2001 |
Orde Baru – Reformasi |
| 15 |
Rakum |
2001 – 2010 |
Era Reformasi |
| 16 |
Dana Sutisna |
2010 – 2017 |
Era Reformasi |
| 17 |
Rakum |
2018 – 2023 |
Era Reformasi |
| 18 |
Warso |
2024 – 2031 |
Periode Berjalan |
Penutup
Demikian catatan sejarah singkat mengenai asal-usul nama desa dan silsilah kepemimpinan di Desa Bantarpanjang. Perjalanan panjang dari masa penjajahan hingga era modern saat ini menunjukkan ketangguhan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan tradisi. Semoga catatan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Bantarpanjang.